G. Salat Sunat Ketika Iqamah

Ini selalunya terjadi ketika kita memasuki masjid atau surau dan kita terus mengerjakan Salat Tahiyatul Masjid. Belum sempat kita habis lagi, muazin mengumandangkan iqamah.

Sedangkan kita masih mengerjakan salat Tahiyatul Masjid atau apa-apa salat sunat yang lain (sementara menunggu Imam sampai).

📍Maka apakah yang harus dilakukan? Adakah meneruskan dan menghabiskan salat sunat itu ataupun tidak?

Dalil yang berkenaan berdasarkan sebuah hadis daripada Abu Hurairah رضي الله عنه yang mana Rasulullah ﷺ telah bersabda:

إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَلاَ صَلاَةَ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةُ

Maksudnya: Jika sudah diiqamatkan salat, maka tidak ada salat melainkan salat maktubah (fardhu).
(Riwayat Muslim No.710)

Salat fardhu lebih utama dari mana-mana salat sunat. Maka apabila telah dikumandangkan iqamah, telah sampai waktu untuk salat berjemaah.

Maka pada waktu itu, salat fardhu lebih utama. Sama ada kita meneruskan salat sunat atau tidak, bergantung kepada keadaan:

1⃣ Kalau kita rasa sempat habiskan untuk takbiratul ihram dengan imam, maka boleh. Mungkin kita sudah tahu yang selepas iqamah pun bukannya terus salat.

Atau, kita tahu yang imam tetap akan menunggu kita habiskan dulu salat itu.

2⃣ Tetapi kalau kita rasa tidak sempat untuk takbiratul ihram sekali dengan imam, mungkin kita baru sahaja memulakan salat sunat itu, maka kita disunatkan untuk menghentikan salat sunat itu bagi bergabung dengan jemaah untuk salat fardhu.

Bagaimanakah caranya? Tidak ada cara apa-apa, hentikan terus sahaja. Tidak ada bagi salam atau apa-apa. Terus berhenti sahaja.

Sekarang kita bincangkan, bolehkah solat juga pada waktu terlarang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s